I Putu Odie Biroe Odie Biroe: Renungan

Halaman

Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Senin, 14 Juli 2014

OM Swastiastu, OM Awighnam Astu Nama Sidyam...

Salah satu kebiasaan yang jarang dilakukan semeton kita di Bali adalah ketika kita pergi keluar rumah entah itu sekolah, kuliah, atau bekerja untuk selalu berpamitan kepada orang tua kita, menyalami dan mencium tangan mereka sebagai tanda kita memohon restu dari orang tua..

Biasanya kebiasaan ini dilakukan oleh adik-adik yang masih kecil, namun ketika sudah beranjak dewasa biasanya mereka enggan atau malu untuk melakukannya.. padahal hal tersebut sangatlah penting karena perlu kita ketahui bahwa orang tua kita adalah juga termasuk Betara Hyang Guru nanging ring sekala... mereka yang akan memberikan kita restu agar kita diberikan keselamatan di jalan dan sukses dalam segala hal...

Maka dari itu mari lakukan lagi kebiasaan kecil namun sangat penting artinya.. termasuk juga kita berpamitan / ngatur piuning majeng ring Betara Hyang Guru di Merajan untuk memohon restu dan juga pada saat kita pulang nanti kita juga tangkil ke merajan untuk matur suksma karena Beliau sudah memberikan restunya dan kerahayuan bagi kita dan keluarga...

Jumat, 16 Agustus 2013

Jika Esok Tak Pernah Datang Lagi

Bila kutahu ini akan menjadi terakhir kalinya kulihat dirimu terlelap tidur, Aku akan menyelimutimu dengan lebih rapat dan berdoa kepada Tuhan agar menjaga jiwamu.
Bila kutahu ini akan menjadi terakhir kalinya kulihat dirimu melangkah keluar pintu, Aku akan memelukmu erat dan menciummu dan memanggilmu kembali untuk melakukannya sekali lagi.
Bila kutahu ini akan menjadi terakhir kalinya kudengar suaramu memuji, Aku akan merekam setiap kata dan tindakan dan memutarnya lagi sepanjang sisa hariku.
Bila kutahu ini akan menjadi terakhir kalinya, aku akan meluangkan waktu ekstra satu atau dua menit, Untuk berhenti dan mengatakan “Aku mencintaimu” dan bukannya menganggap kau sudah tahu.
Jadi untuk berjaga-jaga seandainya esok tak pernah datang dan hanya hari inilah yang kupunya,  Aku ingin mengatakan betapa aku sangat mencintaimu dan kuharap kita takkan pernah lupa.
Esok tak dijanjikan kepada siapa pun, baik tua maupun muda. Dan hari ini mungkin kesempatan terakhirmu untuk memeluk erat orang tersayangmu.
Jadi, bila kau sedang menantikan esok, mengapa tidak melakukannya sekarang?
Karena bila esok tak pernah datang, kau pasti akan menyesali hari.
Saat kau tidak meluangkan waktu untuk memberikan sebuah senyuman, pelukan atau ciuman. Dan saat kau terlalu sibuk untuk memberi seorang yang ternyata merupakan permintaan terakhir mereka.
Jadi, dekap erat orang-orang tersayangmu hari ini dan bisikkan di telinga mereka, bahwa kau sangat mencintai mereka dan kau akan selalu menyayangi mereka.
Luangkan waktu untuk mengatakan “Aku menyesal”, “Maafkan aku”, Terima kasih”, atau “aku tidak apa-apa”
Dan bila esok tak pernah datang, kau takkan menyesali hari ini.


Jangan Pernah Menyakiti Wanita






  
Jangan Pernah Menyakiti Wanita
Seringkali wanita menangis karena pria, entah karena dikecewakan oleh sikapnya, atau dilukai dengan perkataannya, bahkan ditinggalkan.
Ada sebuah renungan yang mungkin sangat berarti untuk dibagikan pada seluruh sahabat agar lebih menghormati dan menghargai wanita.
Suatu hari, seorang pria berdoa dalam keadaan marah dan emosi. Ia sebal pada pasangannya yang seringkali menangis dan memanfaatkan air mata di setiap perdebatannya. Ia bosan. Sungguh bosan.
Tak mau terlibat dalam emosi yang negatif, iapun sujud dan berdoa, meminta pertolongan pada Tuhan.
“Tuhan, mengapa sih wanita sering menangis? Aku bosan dan jenuh melihat dan mendengarnya,” keluh pria itu.

Jawab Tuhan kepadanya:
“Karena wanita itu unik. AKU menciptakannya tidak sama seperti kamu. Ia adalah makhluk yang istimewa.
KU kuatkan bahunya untuk menjaga anak-anakmu kelak.
KU lembutkan hatinya untuk memberimu rasa aman.
KU kuatkan rahimnya untuk menyimpan benih manusia.
KU teguhkan pribadinya untuk terus berjuang saat yang lain menyerah.
KU beri naluri untuk tetap menyayangi walau dikhianati dan disakiti oleh orang yang disayangi.
KU hembuskan kasih sayang agar ia bisa mencurahimu dengan perhatian.
KU buat matanya lentik karena ia akan menjadi jendela kedamaian.
KU buat senyumnya merekah seperti mahkota bunga untuk membuatmu tetap mengingat indahnya dunia.
KU buat tangannya terampil untuk menjagamu agar tak pernah kekurangan.
Tapi jika suatu saat ia menangis.
Itu karena AKU memberikannya air mata untuk membasuh luka batin dan memberikan kekuatan yang baru. Bukanlah sebuah tanda kelemahan dan kekalahan.”
Pria itupun tertegun sejenak. Diambilnya langkah bergegas, dipeluk dan diusapnya air mata di pipi orang yang dicintainya. “Aku akan membantumu menghapus luka batin itu…”
Jadi, jangan pernah menyakiti wanita.

Jumat, 09 Agustus 2013

Karma Phala



Hukum Karma Pala Dalam Ajaran Agama Hindu
Dalam kitab suci Bradh Aranyaka Upanisad di katakana : Hukum diartikan sama dengan “ kebenaran “.
Hukum adalah ketentuan – ketentuan atau peraturan – peraturan yang harus diatasi oleh sekelompok manusia, serta memberikan hukuman /ancaman terhadap seseorang yang melanggarnya baik itu berupa hukuman denda baik itu disebut orang dursila (penghianatan) oleh kelompok orang – orang tertentu di dalam masyarakat.
Karma berasal dari bahasa Sansekerta dari urat kata “Kr” yang berarti membuat atau berbuat, maka dapat disimpulkan bahwa karmapala berarti Perbuatan atau tingkah laku.
Phala yang berarti buah atau hasil.
Maka dapat disimpulkan Hukum Karma Phala berarti : Suatu peraturan atau hukuman dari hasil dalam suatu perbuatan.
Salah satu dari Panca Srada ( Enam Kepercayaan Agama Hindu) di antaranya adalah hokum karma phala dimana hukum karma phala ini merupakan filsafat yang yang mengandung etika yang artinya Bahwa Umat Agama Hindu percaya akan hasil dalam suatu perbuatan. Dalam Sarasamuscaya seloka 17 disebutkan :
Segala orang, baik golongan rendah, menengah, atau tinggi, selama kerja menjadi kesenangan hatinya, niscaya tercapailah sgala yang diusahakan akan memperolehnya.”
Hukum Karma Phala adalah hukum sebab – akibat, Hukum aksi reaksi, hukum usahan dan hasil atau nasib. Hukum ini berlaku untuk alam semesta, binatang, tumbuh – tumbuhan dan manusia. Jika hukum itu ditunjukan kepada manusia maka di sebut dengan hukum karma dan jika kepada alam semesta disebut hukum Rta . Hukum inilah yang mengatur kelangsungan hidup, gerak serta perputaran alam semesta.
Dalam Kekawin Ramayana Sargah 1 bait nomor 4 :
“Nafsu dan lain sebagainya (Sad Ripu) adalah musuh yang terdekat, di dalam hati letaknya tidak jauh dari badan, Hal itu tidak ada pada Bliau, hanya keberanian dan kebijaksanaan serta pengetahuan politik yang beliau miliki”.
Apa yang kamu tanam maka itulah yang akan kamu tuai”, Sesungguhnya tafsiran tersebut tidak sepenuhnya betul. Didalam Agama Hindu perhitungan karma itu tidak di dasarkan pada pisik, karena semua yang bersifat pisik merupakan bersifat Maya. Misalkan Orang sedih dia menangis, orang tertawa juga menangis, mengeluarkan air mata yang sama dari mata yang sama, tetapi perasaan yang terkandung di dalam hatinya berbeda. Hukum Karma mengatakan bahwa semua pikiran, perkataan, dan perkataan yang tidak baik melahirkan penderitaan.
# Ada tiga jenis karma yaitu :
  • Prarabda karma yaitu perbuatan yang dilakukan pada waktu hidup sekarang dan diterima dalam hidup sekarang juga.
  • Kriyamana karma yaitu perbuatan yang dilakukan sekarang di dunia ini tetapi hasilnya akan diterima setelah mati di alam baka.
  • Sancita karma yaitu perbuatan yang dilakukan sekarang hasilnya akan di peroleh pada kelahiran yang akan dating.
# Sifat – Sifat Hukum Karama :
  • Hukum karma itu bersifat abadi : Maksudnya sudah ada sejak mulai penciptaan alam semesta ini dan tetap berlaku sampai alam semesta ini mengalami pralaya (kiamat).
  • Hukum karma bersifat universal : Artinya berlaku bukan untuk manusia tetapi juga untuk mahluk – mahluk seisi alam semesta.
  • Hukum karma berlaku sejak jaman pertama penciptaan, jaman sekarang, jaman yang akan dating.
  • Hukum karma itu sangat sempurna, adil, tidak, ada yang dapat menghindarinya.
  • Hukum karma tidak ada pengecualuan terhadap suapapun, bahkan bagi Sri Rama yang sebagai titisan Wisnu tidak mau merubah adanya keberadaan hokum karma itu.



DoamPenuh Pengharapan

Berdoa dengan Penuh Pengharapan Apa yang akan Anda lakukan kalau Anda merasa doa-doa Anda tidak dikabulkan oleh Tuhan? Anda kesal dan kecewa terhadap Tuhan? Atau Anda terus-menerus menaruh pengharapan kepada Tuhan yang mahapengasih dan penyayang? Suatu hari seorang bapak agak kesal terhadap Tuhan. Pasalnya, ia sudah berdoa berkali-kali, tetapi tampaknya Tuhan belum mengabulkan doa-doanya. Padahal kebutuhannya sudah sangat mendesak. Ia masih butuh uang untuk biaya pernikahan anaknya. Cukup banyak. Tetapi beberapa hari menjelang pernikahan biaya itu baru ia keluarkan, Tuhan mengabulkan doanya. Ia merasa lega, tetapi ia juga agak kesal. Mengapa Tuhan tidak segera mengabulkan permohonannya? Ia berkata, “Itulah yang kadang-kadang membuat saya kesal terhadap Tuhan. Kita sudah sangat berharap, agar Tuhan mengabulkan doa-doa kita, tetapi baru di saat-saat terakhir doa-doa itu dikabulkan. Tuhan ini bagaimana? Apakah kita harus selalu bersabar?” Ia mengibaratkan penantian atas pengabulan doa-doanya itu dengan saat ia sedang haus. Ia sangat merindukan seteguk air. Begitu ia meminum air itu, ia merasa lega. Hilanglah semua kerinduannya untuk meneguk air. Ia berkata, “Begitu pula doa-doa permohonan kita. Rupanya Tuhan mengabulkan doa-doa kita tepat pada waktunya. Kita harus bersabar menanti pengabulan doa-doa kita itu.” Bapak itu mengaku, ia sangat penasaran atas tindakan Tuhan itu. Namun ia juga merasa puas atas pengabulan doa-doanya. Ia berharap, ia terus-menerus memupuk rasa cintanya kepada Tuhan. Menurutnya, berdoa kepada Tuhan itu menunjukkan rasa sayang manusia kepada Tuhan yang telah menciptakan dirinya. Sahabat, kita manusia sering kurang sabar dalam hidup ini. Kita mau agar apa yang kita inginkan segera terlaksana. Demikian pula dalam hal berdoa. Kita merasa bahwa kita sudah berdoa dengan sangat khusyuk dan penuh iman kepada Tuhan. Karenanya, Tuhan mesti segera mengabulkan permohonan kita. Kalau Tuhan tidak segera mengabulkan doa-doa kita, kita menjadi kesal. Kita sewot. Kisah tadi memberi inspirasi kepada kita untuk tetap menaruh harapan pada Tuhan. Orang yang berharap itu orang yang sungguh-sungguh menyerahkan hidupnya kepada Tuhan. Orang yang membuka hatinya untuk hadirnya Tuhan dalam dirinya. Orang seperti ini biasanya tetap berdoa meski tidak tahu kapan Tuhan mengabulkan doa-doanya. Selain itu, orang juga mesti tetap tekun berdoa kepada Tuhan. Orang yang tekun itu mengungkapkan kesetiaan dan imannya kepada Tuhan. Hanya dalam ketekunan itu orang mampu menumbuhkan imannya kepada Tuhan. Soalnya, kita sering kurang tekun. Kita gampang menyerah pada situasi hidup kita, karena kita sering memaksakan kehendak diri kita kepada Tuhan. Karena itu, kita mesti terus-menerus belajar untuk tekun dalam berdoa. Tuhan memberkati. **

Inilah Kenyataan Hidup

kehidupan ada yang bilang sebuah sandiwara dan kita sebagai lakonnya…
kehidupan kadang tidak sesuai dan seindah yang kita inginkan
kadang kita berpikir kenapa kita seperti ini, kenapa kita seperti itu..
kenapa ko g seperti ini…ko g seperti itu..
itulah lika liku manusia yang tak kan pernah puas mendapatkan sesuatu
yang paling parahnya lagi menyalahkan tuhan yang maha esa….
tuhan berkehendak dan kita yang menjalankan,
tuhan meberikan kesempatan untuk kita menjalani kehidupan ini
tuhan memberikan jalan yang terbaik buat kita
jangan pernah lupa akan bersyukur padaNya….

keweh bhe....
keweh...

Sang waktu

Lama juga gak pernah mosting… nih saya ada sedikit curhat. Sabtu malam, malam itu saya habiskan waktu ini dengan mendengar radio dan mencoba untuk menulis sebuah hal yang mungkin berguna bagi diri saya, itung-itung juga mencari bahan postingan untuk Blog ini yang sudah lama tidak di beri makan. sekali-kali saya ingin juga menulis sesuatu layaknya sebuah informasi namun tidak pernah kesampaian, soalnya setiap ide yang muncul selalu saja berbau narsis. ya sudah, biarkan saja bagaimana jadinya.

memperhatikan jam weker di kamar ini terasa setiap menitnya berjalan lambat – sangat lambat. hanya obrolan dari penyiar radio dan dengan lawan mainnya menemani saya untuk malam ini. terasa aneh juga terlalu lama berpikir dan mencari topik yang timbul hanyalah angan-angan saja. ya.. sekedar angan-angan tak pasti berterbangan di pikiran ini ibarat kupu-kupu malam – indah, nikmat namun sesaat. saya terlalu bodohnya membiarkan diri ini di buai oleh kupu-kupu malam itu. untung saja kupu-kupu tidak terbang terlalu tinggi, kewarasan saya untuk berpikir dan kesadaran ini untuk merasakan dimana dan bagaimana saya sekarang akhirnya membantu memapah saya pulang ke dunia nyata.
Nah… sekarang saya termakan omongan sendiri, jam weker saat ini mengarah ke angka 2, lihatlah kawan tiada satu tulisan pun yang berguna telah saya hasilkan. ternyata sangat cepat waktu itu berjalan. Man in Charge, ia yang membuat waktu itu seolah berjalan sangat lambat hingga manusia penuh angan-angan seperti saya ini tidak menyadari gerakan waktu dan wuzzz…… saya tertinggal jauh dibelakang sang waktu.
lagi-lagi terbit pikiran coba saja bisa mendapatkan kembali menit2 sebelumnya.
yah… angan-angan lagi. semoga si waras dan si sadar tidak bosannya menghampiri saya.

Aku dan Tuhan

TUHAN : Kamu memanggilKu ?
AKU: Memanggilmu? Tidak.. Ini siapa ya?

TUHAN : Ini TUHAN. Aku mendengar doamu. Jadi Aku ingin berbincang-
bincang denganmu.

AKU: Ya, saya memang sering berdoa, hanya agar saya merasa lebih
baik. Tapi sekarang saya sedang sibuk, sangat sibuk.
TUHAN : Sedang sibuk apa? Semut juga sibuk.

AKU: Nggak tau ya. Yang pasti saya tidak punya waktu luang
sedikitpun. Hidup jadi seperti diburu-buru. Setiap waktu telah
menjadi waktu sibuk.

TUHAN : Benar sekali. Aktifitas memberimu kesibukan. Tapi
produktifitas memberimu hasil. Aktifitas memakan waktu,
produktifitas membebaskan waktu.

AKU: Saya mengerti itu. Tapi saya tetap tidak dapat menghidarinya.
Sebenarnya, saya tidak mengharapkan Tuhan mengajakku chatting
seperti ini.

TUHAN : Aku ingin memecahkan masalahmu dengan waktu, dengan memberimu
beberapa petunjuk. Di era internet ini, Aku ingin menggunakan medium
yang lebih nyaman untukmu daripada mimpi, misalnya.
AKU: OKE, sekarang beritahu saya, mengapa hidup jadi begitu rumit?

TUHAN : Berhentilah menganalisa hidup. Jalani saja. Analisa-lah yang
membuatnya jadi rumit.
AKU: Kalau begitu mengapa kami manusia tidak pernah merasa senang?

TUHAN : Hari ini adalah hari esok yang kamu khawatirkan kemarin. Kamu
merasa khawatir karena kamu menganalisa. Merasa khawatir menjadi
kebiasaanmu. Karena itulah kamu tidak pernah merasa senang.

AKU: Tapi bagaimana mungkin kita tidak khawatir jika ada begitu
banyak ketidakpastian.

TUHAN : Ketidakpastian itu tidak bisa dihindari. Tapi kekhawatiran
adalah sebuah pilihan.
AKU: Tapi, begitu banyak rasa sakit karena ketidakpastian.

TUHAN : Rasa Sakit tidak bisa dihindari, tetapi Penderitaan adalah
sebuah pilihan.

AKU: Jika Penderitaan itu pilihan, mengapa orang baik selalu
menderita?

TUHAN : Intan tidak dapat diasah tanpa gesekan. Emas tidak dapat
dimurnikan tanpa api. Orang baik melewati rintangan, tanpa
menderita. Dengan pengalaman itu, hidup mereka menjadi lebih baik
bukan sebaliknya.
AKU: Maksudnya pengalaman pahit itu berguna?

TUHAN : Ya. Dari segala sisi, pengalaman adalah guru yang keras. Guru
pengalaman memberi ujian dulu, baru pemahamannya.

AKU: Tetapi, mengapa kami harus melalui semua ujian itu? Mengapa
kami tidak dapat hidup bebas dari masalah?

TUHAN : Masalah adalah Rintangan yang ditujukan untuk meningkatkan
kekuatan mental (Purposeful Roadblocks Offering Beneficial Lessons
(to)Enhance Mental Strength). Kekuatan dari dalam diri bisa keluar
dari perjuangan dan rintangan, bukan dari berleha-leha.

AKU: Sejujurnya ditengah segala persoalan ini, kami tidak tahu
kemana harus melangkah…

TUHAN : Jika kamu melihat keluar, maka kamu tidak akan tahu kemana
kamu melangkah. Lihatlah ke dalam. Melihat keluar, kamu bermimpi.
Melihat ke dalam, kamu terjaga. Mata memberimu penglihatan. Hati
memberimu arah.

AKU: Kadang-kadang ketidakberhasilan membuatku menderita. Apa yang
dapat saya lakukan?

TUHAN : Keberhasilan adalah ukuran yang dibuat oleh orang lain.
Kepuasan adalah ukuran yang dibuat olehmu sendiri. Mengetahui tujuan
perjalanan akan terasa lebih memuaskan daripada mengetahui bahwa kau
sedang berjalan. Bekerjalah dengan kompas, biarkan orang lain
bekejaran dengan waktu.
AKU: Di dalam saat-saat sulit, bagaimana saya bisa tetap termotivasi?

TUHAN : Selalulah melihat sudah berapa jauh saya berjalan, daripada
masih berapa jauh saya harus berjalan. Selalu hitung yang harus kau
syukuri,jangan hitung apa yang tidak kau peroleh.
AKU: Apa yang menarik dari manusia?

TUHAN : Jika menderita, mereka bertanya “Mengapa harus aku?”. Jika
mereka bahagia, tidak ada yang pernah bertanya “Mengapa harus aku?”.
AKU: Kadangkala saya bertanya, siapa saya, mengapa saya disini?

TUHAN : Jangan mencari siapa kamu, tapi tentukanlah ingin menjadi
apa kamu. Berhentilah mencari mengapa saya di sini. Ciptakan tujuan
itu. Hidup bukanlah proses pencarian, tapi sebuah proses penciptaan.
AKU: Bagaimana saya bisa mendapat yang terbaik dalam hidup ini?

TUHAN : Hadapilah masa lalu-mu tanpa penyesalan. Peganglah saat ini
dengan keyakinan. Siapkan masa depan tanpa rasa takut.

AKU: Pertanyaan terakhir. Seringkali saya merasa doa-doaku tidak
dijawab.

TUHAN : Tidak ada doa yang tidak dijawab. Seringkali jawabannya
adalah TIDAK.
AKU: Terima Kasih Tuhan atas chatting yang indah ini.

TUHAN : Oke. Teguhlah dalam iman, dan buanglah rasa takut. Hidup
adalah misteri untuk dipecahkan, bukan masalah untuk diselesaikan.
Percayalah padaKu. Hidup itu indah jika kamu tahu cara untuk hidup.

Haruskah seperti ini

Simaklah temen-teman, saya ingin menumpahkan segenap penyesalan saya. Sebenarnya penyesalan jarang terjadi dalam hidup saya. Setiap melakukan kesalahan, saya selalu belajar dari itu dan berusaha tidak mengulanginya. Tapi sekarang saya benar-benar menyesal, impian yang dulu tumbuh dan sempat membuat bunga-bunga di hati saya bermekaran, kini pupus sudah, entah masih adakah harapan untuk membuatnya nyata. Hampir mustahil. Semua karena kata-kata yang tak perlu, emosi yang tak terkendali; impian itu hancur. Seandainya saya bisa bersabar, mengamalkan apa yang telah saya pelajari, setahap demi setahap; mungkin saya bisa mewujudkan impian itu menjadi nyata. Namun sekarang yang tersisa hanya sesal……
Adakah sesal ini kan berguna?
Ya tuhan aku ingin impianku nyata, jangan biarkan aku mengulangi kesalahan bodoh ini. Astungkara…

Coretan Biroe



ku tuliskan bait demi bait sebuah kata yang terlahir dari kehidupanku. sulit untuk aku ceritakan kepada yg lain. suluit aku pendam tp selalu menyala seperti lilin. ku coba ku tiup namun slalu terbayang dalam hidup. ku trus mencoba mencari pena baru. ku co hapus coretan hitam masa lalu. kisah suram dan bayang kelam kelabu. tp kehidupan selalu begini'' ada yg q sesali dan ada yg ingin aku ulang lagi tapi kisah ini belum berakhir sampai disini. masih banyak episode2 lain yang masih menannti....